Morbidelli Finis 5 Besar MotoGP Silverstone, Ini Alasannya.

Franco Morbidelli misano test 2019 setelah finis 5 besar di silverstone

Indomotorsport – Hallo gaez. Di Silverstone pekan kemarin, selain manuver apik dari Alex Rins menelikung Marc Marquez di tikungan terakhir, Morbidelli juga mencatatkan prestasinya sendiri. Ia mampu menyudahi balapan dengan masuk 5 besar. Ada cerita menarik loh gaez mengapa Morbidelli bisa finis 5 besar di tanah Britania Raya ini.

Jika dibandingkan dengan rekan satu timnya, Morbidelli memang masih tertinggal jauh. Lihat saja Quartararo selama musim ini sudah 3 kali naik podium dan 3 kali pole. Morbidelli pun mengungkapkan bahwa ia terlalu sering bereksperimen dengan setup mesinnya. Namun secara garis besar ia dan rekannya sudah menemukan resep yang jitu untuk beradaptasi dengan YZR-M1.

Franco Morbidelli Yamaha Petronas SRT Misano Test 2019 exit from pit garage
(c)motogp.com

Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa hasil bagus di MotoGP Silverstone ini tak lepas dari setup awal dari Ramon Forcada. Petronas pada awal musim menunjuk Forcada sebagai kepala mekanik dari Morbidelli. Dan pemilihan itu diakuinya adalah langkah yang tepat. Ramon Forcada sebelumnya 9 musim bekerja sama dengan Jorge Lorenzo dengan mengantarkan X-Fuera 3 kali juara dunia. Dan juga dengan Maverick Vinales saat masih menunggangi GSX-RR dari Suzuki, namun di Suzuki Forcada terlihat strunggle dan hanya mampu mengantarkan Top Gun sekali podium.

Franco Morbidelli and Ramon Forcada discussion in pit garage indomotorsport -- c-motorsport.com
Ramon Forcada and Franco Morbidelli (c)motorsport.com
Morbidelli akhirnya menemukan bahwa setup motor yang diberikan Ramon Forcada pada awal seri adalah setingan yang paling tepat.

Mengakui banyak bermain di setup mesinnya selama paruh musim pertama, ia memutuskan untuk kembali ke pengaturan awal yang diberikan oleh Forcada. Dan hasilnya pun Morbidelli mampu finis di posisi 5 besar MotoGP Silverstone ini. Dengan paket motor baru mungkin wajar jika Morbidelli ingin bereksperimen untuk menemukan setup terbaik. Namun dengan terlalu seringnya ia berganti setup, malah membuat gap yang lumayan jauh dari rekan setimnya.

Fabio Quartararo with crew mechanic Misano test indomotorsport c-motogp.com
(c)motogp.com

Dan pada akhirnya ia menyadari bahwa setup awal dari Forcada lah yang tepat untuk ia pakai. Target dari tim untuk Morbidelli adalah mampu meraih pembalap terbaik dari tim independen. Jika meselet maka target keduanya adalah mampu menjdaikan Yamaha Petronas SRT sebagai tim satelit terbaik pada akhir musim. Dengan sudah menemukan setup mesin yang tepat bagi dirinya, dan prestasi impresif dari Quartararo saya rasa target yang dibebankan kepada kedua pembalap itu akan tercapai. Dengan syarat meminimalisir kesalahan, dan mampu mendulang poin di sisa seri berikutnya.

Jika target yang dibebankan kepada pembalap mampu terpenuhi, maka Yamaha Petronas SRT mengawali debut di MotoGP dengan sangat cantik gaez,…

Grazie e arrivederci, alla prossima,…

Tinggalkan Balasan