External Flywheel Di MotoGP Begitu Pentingkah?

L4 90 degree ducati desmosedici gp 17 engine - indomotorsport.com

Indomotorsport – Hallo gaez. Flywheel atau biasa disebut sebagai roda gendeng di tanah air ini. Flywheel (Roda Gila) adalah perangkat mekanik berputar yang digunakan untuk menyimpan energi rotasi. Flywheel memiliki momen inersia yang besar sekali. Dan dengan demikian bisa di manfaatkan untuk menahan perubahan kecepatan rotasi. Dan mampu memberikan energi pada tingkat di luar kemampuan sumber energi secara terus menerus. Di masa sekarang ini pengaplikasian roda gendeng ada dua gaez, yaitu Internal Flywheel dan External Flywheel.

Intinya roda gila ini dipergunakan untuk membuat torsi yang dihasilkan oleh motor akan lebih stabil. Flywheel mampu menyediakan energi yang terus menerus ketika sumber energi terputus. Misalnya, Flywheel yang digunakan dalam mesin piston (piston engine / reciprocating engine). Karena sumber energi berupa torsi dari mesin tidak konstan atau tidak stabil. Enengi dari piston mesin berselang tergantung dengan pembakaran di ruang bakar mesin. Dengan roda gendeng ini maka energi bisa disalurkan secara konstan.

External flywheel MotoGP Ducati 01 - indomotorsport

Pada masa lalu regulasi MotoGP masih banyak sekali area abu abunya. Maka disaat motor kurang speednya maka bisa di cungkil sampai dengan yang dininginkan. Namun hal itu tentunya bisa merembet ke pengaturan lainnya. Solusi-solusi lainnya untuk itu mampu di atasi dengan cepat. Kala itu masih bisa di atasi dengan Elektronik In-House dari masing-masing pabrikan. Jamak pada jika roda gendeng masih di taruh di dalam mesin.

Namun di era penyeragaman itu single ECU dari Magneti Merelli ini. Solusi cepat dengan pengaturan elektronik sangat menguras waktu dan pikiran. Maka pabrikan mencoba dengan solusi solusi yang bersifat mekanikal. Perdekatan-pendekatan dari pengembangan part fisiklah yang menjadi solusinya. Misalnya dari aerobody, sasis, fueltank, swing-arm dan sebagainya.

External flywheel MotoGP Ducati 02 - indomotorsport
Di era detail sekecil apapun itu mampu untuk membuat bisa lebih konpetitif. Pengaplikasian External Flywheel sangat krusial di balap MotoGP

Lalu solusi lainya adalah menempatkan Flywheel atau roda gila itu di bagian luar dari mesin. Solusi ketika tidak bisa mengutak atik lagi mesin setelah di segel. Nah salah satu keuntungan External Flywheel di balap MotoGP masih bisa di rubah walaupun mesin sudah di segel. Karena penempatannya ada di luar dari mesin, jadi part ini tidak termasuk part yang di segel.

Nah pada era solusi bersifat mekanis karena regulasi sangat ketat. Maka variasi dari bobot flywheel bisa di otak atik untuk membuat karakter motor sesuai dengan masing sirkuit. Bobot roda gendeng bisa di sesuaikan ketika sirkuit berkarakter flowing, stop and go, atau kombinasi keduanya. Pabrikan lebih leluasa dengan penempatan External Flywheel ini.

Pabrikan yang sudah mengaplikasikan External flywheel ini adalah Honda dan Ducati. Kedua pabrikan itu tidak terlalu dibikin pusing untuk menentukan bobot dari flywheel yang akan di pakai. Berbeda dengan pabrikan lainya yang mengaplikasikan Internal flywheel. Mereka harus mengukur dan memastikan bobot yang akan mereka segel. Contohnya Yamaha ketika ia salah menentukan bobot dari Crankshaft dan Flywheel pada 2016 lalu. Yamaha tidak bisa berbuat apa-apa karena berstatus konsesi penuh, mesin sudah tersegel dan tak bisa membongkarnya lagi gaez. Yamaha harus menunggu musim balapan berakhir untuk memperbaiki kesalahannya itu.

External flywheel MotoGP Ducati - indomotorsport

Di saat memasuki era dimana detail sekecil apapun mampu untuk menjadi solusi. Maka penempatan flywheel sangat krusial di balap MotoGP saat ini. Saya rasa kurang bijak jika pabrikan di luar Honda dan Ducati mengabaikan hal ini. Jika mampu mengubah kans untuk mampu lebih kompetitif kenapa tidak? Aprilia pun sudah mulai terbuka dengan solusi ini gaez,…

Matur sembah nuwun, sugeng pendak maleh,…

Tinggalkan Balasan