Fabio Quartararo Intimidasi Rivalnya Dalam Perburuan Gelar Best Rookie MotoGP

Fabio Quartararo dan Marc Marquez MotoGP Misano 2019

Indomotorsport – Hallo gaez, Fabio Quartararo mampu menjadi pembalap yang harus di waspadai oleh para rivalnya. Ia beberapa kali mampu mengancam pembalap kenamaan di barisan depan. terakhir ia mampu membuat Marc Marquez kewalahan di MotoGP Misano. Marc Marquez harus rela di asapi oleh pembalap debutan ini selama hampir 25 lap dari 27 lap yang di pertandingkan. Walaupun akhirnya Marc Marquez mampu menhjadi penghalang bagi Quartararo untuk mencicipi Podium satu perdananya.

Yups dengan hasil dari MotoGp Misano kemarin secara nyata adalah bentuk intimidasi untuk para rivalnya. Walaupun ia berujar bahwa ia masih butuh banyak belajar lagi untuk mampu bersaing dengan para rider top lainya. Namun tercium gelagat untuk menakuti rival-rivalnya terlihat nyata gaez. Dari semua seri yang telah El-Diablo ikuti selama ini. Mungkin di Misano kemarin adalah hari terbaiknya dalam sejarah karirnya di MotoGP. Ia mampu bertarung dengan 7 kali penyandang gelar juara dunia. Rookie yang lain belum ada buktinya gaez,…

Fabio Quartararo race motogp Misano c-motogp.com
Quartararo leading from Marc Marquez MotoGP Misano 2019 (c)motogp.com

Morbidelli sebagai tandemnya di Yamaha Petronas SRT mengungkapkan bahwa apa yang di ungkapkan oleh Quartararo adalah semata-mata Psywar saja. Untuk mengintimidasi rival-rivalnya. Quartararo merendah namun kenyataannya ia bisa kencang di sirkuit. Bahkan mampu 4 kali naik podium, untuk sekelas Rookie ini merupakan prestasi yang luar biasa. Dengan paket motor yang biasa biasa saja, mampu meraih prestasi yang segemilang ini.

Bagi pembalap top lainnya juga patut waspada dengan kekuatan yang di punya oleh Quartararo ini. Lengah sedikit saja ia akan menjadi ancaman serius nantinya di masa yang akan datang.
Marc Marquez menang di motogp misano 2019

Apalagi kalau dikasih paket motor spek pabrikan, bakalan ngacir deh itu bocah. Hmnnn,… yakin??? Belum tentu juga gaez,… Mari kita tengok Bagnaia yang mempunyai prestasi lebih mentereng saat masih di Moto2. Bagnaia dikasih spek motor yang mendekati (sangat tipis) paket Desmosedici yang dikendarai oleh Dovi dan Petrucci. Namun ia malah keteteran dan hanya mampu 2 kali tembus 10 besar. Dari 13 seri sepanjang musim ini, ia hanya mampu finis di 6 seri saja. Selebihnya ia ndlosor gaez. Apa penyebabnya? Mungkin memang belum mampu untuk naik kelas, atau salah bergabung dengan Ducati. Entahlah banyak kali penyebabnya, yang pasti faktanya seperti itu.

Klasemen sementara quartararo mampu ungguk jauh dari Joan Mirr rival tedekatnya. Selisih 64 poin dengan Quartararo sejauh ini mampu mendulang 112 poin dan Joan Mirr sendiri baru bisa mengumpulkan 47 poin. Dengan gap yang lumayan jauh, ini juga otomatis mengintimidasi rivalnya dalam perburuan Rookie Of The Years tahun ini. Praktis ia akan menggondol gelar ini. Dengan begitu target yang dibebankan Yamaha Petronas SRT kepadanya sudah di depan mata.

Tinggalkan Balasan