Honda e : Mobil Listrik Buatan Honda, Desain Imut Dan Lucu

Honda e white color Geneva International Motor Show 2019 indomotorsport.com

Indomotorsport – Hallo gaez, masih membicarakan tentang kendaraan ramah lingkungan. Artikel sebelumnya BMW meluncurkan motor listrik yang diberi nama “Vision DC Roadster“. Honda sebagai salah satu raksasa otomotif asal Jepang pun tak mau ketinggalan. Rencananya tahun depan akan meluncurkan mobil ramah lingkungan dengan inisial “Honda e”.

Menurut kalian bagaimana penampilannya? Imut dan lucu kesan pertama bagi sebagian orang yang hadir di Frankfurt Motor Show 2017, kala debut pertamanya di depan publik. Ketika itu memang masih berupa konsep, pada saat di Geneva Motor Show tahun ini diperkenalkan dengan nama “e-prototype”. Dan akhirnya “Honda e” di pilih untuk nama versi produksi massal tahun depan.

honda e full electric car green color indomotorsport.com
Lucu dan imut memang cocok disematkan untuk “Honda e” ini.

Honda membuat desain yang gak neko-neko semakin terlihat sebagai mobil yang dinamis dan modern. Cocok untuk pria dan wanita di daerah perkotaan yang mempunyai mobilitas tinggi. Desain simple mirip seperti “Suzuki Ignis” yang dipot sebagi urban city car. Namun jika di perhatikan lagi mirip dengan kolega asal Britania Raya “Mini Cooper”

Honda e interior white color electric car indomotorsport.com

Semenjak debut pertamanya popularitas dari “Honda e” kian meroket. Lebih dari 20.000 orang di Eropa mempertimbangkan akan membeli mobil ini. Namun apakah semua benar-benar akan menyisihkan uang untuk mendapatkan mobil ini? sulit diprediksi memang, namun hal itu mengindikasikan mobil listrik makin diminati, khususnya di daratan eropa sana. Apapun itu ketertarikan terhadap “Honda e” membuat senang para petinggi Honda.

Ketika di Eropa semakin marak mobil listrik. Tesla Model S yang pertama meraih kepopuleran dirancang dengan apik. Interiornya mewah dan modern, bisa melaju kencang, dan mudah di operasikan oleh orang awam. Meski demikian, sebagian besar belum mau beralih ke mobil listrik buatan Tesla itu. Banderol €84,000 jika di rupiahkan di kisaran 1,3 milyar menjadi salah satu penghambatnya.

Kemudian ada “Nissan Leaf” yang populer di Jepang dan Amerika memliki kecepatan dan pergerakan yang halus. Harga sekitar 900 jutaan relatif lebih murah dari Tesla Model S. Namun masih belum mampu meyakinkan konsumen untuk beralih untuk mengendarai mobil listrik. Segi desain yang menjadi perbincangan publik.

Namun saya rasa desain tidak menjadi patokan, itu adalah selera, masing-masing individu pasti mempunyai selera yang berbeda pula.

Bisa dikatakan sebagian orang belum mau beralih ke mobil listrik, karena harga yang mahal dan desain model belum mampu memikat hati calon konsumen. 
Honda e specification picture indomotorsport.com

Dengan situasi seperti ini, “Honda e” sebenarnya mempunyai kans untuk menarik hati calon konsumen. Desain unik dan imut, cocok untuk pria dan wanita, penggerah roda belakang. Dengan klaim mampu melaju dengan jarak tempuh 200 Km dengan baterai full. Saya rasa konsumen akan berbondong bondong membeli mobil ini jika dipatok dengan harga yang terjangkau.

Danke, wir sehen uns bald,…

Tinggalkan Balasan