Tikungan Terakhir Austria Dovi Menggila, Marquez Kecewa, Quartararo Bahagia.

Dovi-Marc-Quartararo MotoGP Austria 2019 (c)mtgp.com --Indomotorsport.com-- 001

Indomotorsport – Hallo gaez, sajian balapan yang menegangkan terselenggara di seri ke 11 di gelaran Kalender MotoGP 2019 ini. Banyak hal-hal yang dapat kita bahas di race MotoGP Redbull Ring Austria ini gaez. Mulai dari jalannya balapan yang membuat dagdigdung hati berdebar kencang. Ketika melihat para pembalap menunjukkan aksi terbaiknya, sampai raut muka kekecewaan dari rider yang gagal melanjutkan balapan akibat kecelakaan. Pokoknya keseruan tersaji sampai tikungan terakhir.

Dovi-Marc MotoGP Austria 2019 (c)mtgp.com --Indomotorsport.com-- overtake dovi di tikungan terakhir

Let’s story began, kita awali dari Dovizioso. Seorang pembalap MotoGP dituntut harus bermental baja, pinter dalam menyusun strategi dan tepat saat mengambil keputusan. Strategi yang diterapkan oleh Dovi berjalan dengan semestinya, dibarengi dengan pengambilan keputusan yang tepat. Dovi patut jumawa ketika berhasil podium pertama di Motorrad Grand Prix von Österreich ini.

Pertarungan di setiap lap sama menegangkannya. Namun ingatan kita akan tertanam saat pertarungan di sektor 4 pada lap terakhir tepat di tikungan terakhir. Dengan gerakan block-pass Desmodovi mampu menyudahi pertahanan Marc di lap terakhir untuk podium pertama. Manuver yang sama pada 2017 di sirkuit ini juga, ibarat kata dejavu ini mah,…

Repsol Honda Marc Marquez #93 #MM93 MotoGP (c)mtrsprt.com---indomotorsport.com marquez kecewa di tikungan terakhir
Kecewa mungkin dirasakan oleh Marc Marquez, betapa tidak ia pertahankan posisi puncaknya dengan habis habisan. Namun di bajak di tikungan terakhir.

Ketika bisa di ambil oleh Dovi hanya beberapa lap saja ia mampu merebutnya. Marquez harus mengakui manuver apik dari The Professor diatas kebringasan kuda besi Desmosedici-GP19. Kalah dari Dovi namun masih mampu mendapatkan 20 poin, sehingga jarak kalsemen masih terpaut 2 race. Tepatnya 58 poin di atas Desmodovi. Bisa dikatakan jika Marc Marquez tidak mendapatkan poin sama sekali di 2 race mendatang. Dovizioso akan menggoyahkan posisinya di klasemen sementara. Ibarat kata “lu boleh menang di pertarungan ini, namun nantinya gue lah akhirnya yang akan memenangkan peperangan”

Performa impresif masih di tunjukan oleh Quartararo, walaupun menggunakan paket mesin yang biasa saja dari Yamaha. Namun ia mampu menorehkan hasil yang memuaskan, bahkan ia mampu mengimbangi keganasan mesin RC213V dan Desmosedici-GP19 . Meraih podium ketiga di Austria ini mengantarkan dirinya menempati posisi puncak di klasemen pembalap rookie.

Ibaratkan ujian Fabio Quartararo mampu lulus dengan torehan hasil yang memuaskan.

~djohn~

Pembelajaran untuk menjadi yang terhebat masih panjang di depan. Dengan konsistensi dan meminimalisir kesalahan, bukan tak mungkin ia menjadi pesaing Marc Marquez di masa mendatang. Fabio patut berbahagia di Race ini. Di lain pihak Rookie yang lainnya Olivera, Bagnaia, juga mendapatkan pembelajaran penting bisa menembus sepuluh besar.

zarco-redbull-ktm-c-mtsprt.com-indomotorsport.com-002
Zarco terlihat sangat frustasi (c)motorsport.com

Terkadang menyerah adalah keputusan yang tepat.

~djohn~

Zarco secara mengejutkan meminta Tim untuk mengakhiri kontraknya setahuin lebih awal. Mungkin ia menyerah untuk RC16. Terkadang bakat saja tidak cukup untuk kompetitif, ditambah lagi jika teken kontrak dengan tim yang kurang tepat. Nantinya malah akan menambah beban bagi rider itu sendiri. Sangat disayangkan memang pembalap sekaliber Zarco harus terpuruk di RedBull KTM. berkeyakinan masih mempunyai kecepatan untuk bersaing di #MotoGP.

Yang terpuruk adalah pembalap dengan wear-pack Hitam-Jingga(oranye). Siapa lagi kalau bukan Johann Zarco. Belum mampu beranjak dari keterpurukannya mengendalikan RC16 milik KTM.
Danilo-Petrucci-Ducati-Corse-MotoGP-cmtgp.com-indomotorsport.com

Raut kekecewaan terlihat di wajah Petrucci, ia tidak mampu mengimbangi rekan setimnya Dovi untuk bersaing perebutan podium. Ia hanya mampu finis di posisi 9 sama dengan nomor yang ia pakai di motornya. Bukan hasil yang buruk sih, namun bagi motor sekaliber pabrikan itu merupakan hal yang mengecewakan. Bahkan ia tidak bisa bersaing dengan Quartararo yang notabene menggeber motor yang biasa saja.

Tak hanya Danilo Petrucci yang merasakan kekecewan, pembalap Pramac Ducati Jack Miller juga mengecewakan. Padahal ia mampu berada di barisan terdepan, namun di lap 8 ia melakukan kesalahan fatal. Sehingga menyebabkan motornya kehilangan grip dan tak ayal langsung ndlosooor ke gravel. Dengan muka masam ia meninggalkan sirkuit dan langsung menuju garasi.

Danke, wir sehen uns bald,…

Tinggalkan Balasan